Masjid Agung Banten Lama: Sejarah, Keunikan, Arsitektur, dan Fasilitas

Sejarah panjang Masjid Agung Banten Lama yang kini masih berdiri tegak menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Selain jadi wisata religi, berkunjung ke masjid ini akan menjadi wisata historis yang sekaligus menambah wawasan.

Bagaimana seluk beluknya?

Profil Masjid

Nama MasjidMasjid Agung Banten  
AlamatJL. Raya Banten Lama, Desa.Banten, Kec. Kasemen Kota. Serang, Banten  
Tahun Dibangun1566
Luas Tanah20.000 m2  
Luas Bangunan1.368 m2  
Daya Tampung Jamaah2.000 Jamaah
Lokasi
Buka24 Jam

Sejarah Masjid Agung Banten Lama

Masjid Agung Banten didirikan pertama kali pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin dan dilanjutkan oleh putranya Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1566 M atau bulan Zulhijjah 966 Hijriah.

Mengenai siapa arsitek dari masjid ini, terdapat dua versi yang menceritakan siapa arsitektur pembangunan masjid bersejarah ini. Versi pertama menyebutkan, Masjid Agung Banten dibangun oleh arsitek keturunan Tiongkok yang bernama Tjek ban Tjut. Sedangkan versi lainnya menyebutkan, masjid ini diarsiteki oleh Raden Sepat yang berasal dari Demak.

Arsitektur Pagoda

Atap masjid menyerupai pagoda. Kredit foto: Sabil Channel

Salah satu keunikan masjid ini terlihat dari atapnya yang bertumpuk lima, atap tersebut mirip dengan pagoda. Jumlah tersebut merujuk pada lima waktu shalat; Shubuh, Dzuhur, Ashar, Magrhib, dan Isya. 

Nah, ketika Anda hendak masuk masjid, kalian Anda mendapati pintu-pintu di sini sengaja dibuat rendah, memaksa umat menundukkan kepala. Hal sebagai perlambang untuk tunduk dan tidak menyombongkan diri di hadapan Allah SWT.

Interior

Bagian dalam masjid ini berbentuk bujur sangkar dengan tiang-tiang yang disebut saka guru sebagai penyangga. Tiang-tiang ini disangga dengan umpak yang terbuat dari batu andesit dan berbentuk motif buah labu. Tidak ketinggalan mimbar yang terbuat dari kayu bertangga marmer berada di paling depan.

Mimbar ini dahulu berfungsi sebagai tempat berdirinya khotib saat menyiarkan agama islam. Sedangkan di sisi depan dan samping dibatasi dengan pintu yang berjumlah 5 buah. Jumlah ini mengikuti rukun islam sebagai sumber acuan.

Menara Unik

Kredit Foto: Acep Nazmudin

Salah satu khas dari Masjid Agung Banten adalah adanya menara. Bahkan dulu, semua berita Belanda tentang Banten hampir selalu menyebutkan menara tersebut. Hal ini membuktikan menara itu selalu menarik perhatian pengunjung Kota Banten masa lampau.

Menara Masjid tersebut terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter.

Dulu, menara ini digunakan sebagai gudang senjata dan menara pengawas. Namun, kini menara ini dibuka untuk umum. Siapapun dapat menaikinya. Untuk mencapai ujung menara, Anda harus menapaki 83 buah anak tangga dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang.

Saat di puncak, Pemandangan di sekitar masjid berupa pegunungan, pesawahan dan perairan lepas pantai dapat terlihat dengan jelas. Mantap!!

Tertarik menaiki Menara Masjid Agung Banten ini?

Tiyamah

Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel.

Tempat ini dahulunya digunakan sebagai tempat untuk berdiskusi masalah keagamaan oleh beberapa tetua.

Komplek Makam Kesultanan Banten

Suasana komplek pemakanan yang senantiasa ramai. Kredit Foto: Muhammad Khafid

Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.

Karenanya, masjid ini selalu ramai dipenuhi para peziyarah yang datang dari berbagai daerah.

Lokasi Masjid

Masjid Agung Banten berada di Kawasan Wisata Banten Lama. Jaraknya kurang lebih 10 kilometer dari Alun-alun Serang, tepatnya di Desa Banten, Kecamatan Kasemen. Teman Traveler bisa lebih mudah menjangkau masjid dengan menumpang kendaraan pribadi. Jika ingin lebih praktis, bisa juga memanfaatkan jasa transportasi daring dari Terminal Pakupatan atau sekitar pusat kota.

Keindahan dan Fasilitas

Untuk menambah keindahan dan kenyamanan, masjid ini juga dilengkapi payung-payung besar yang mirip seperti yang ada di Masjid Nabawi Mekah. Selain itu sudah ada deretan taman hijau yang bikin suasana sekitar makin teduh.

Tak hanya itu, lantai masjid juga sudah dilapisi marmer mewah dan rapi. Begitu mampir ke area depan, Anda akan akan melihat hamparan putih bersih. Membuat siapapun jadi betah berlama-lama menghabiskan waktu di Masjid ini.

Mengenai fasilitas, masjid ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Diantaranya,

  • Sarana Ibadah
  • Tempat Wudhu
  • Kamar Mandi/WC
  • Sound System dan Multimedia
  • Kantor Sekretariat
  • Perpustakaan
  • Perlengkapan Pengurusan Jenazah
  • Toko
  • Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
  • Tempat Penitipan Sepatu/Sandal
  • Gudang
  • Taman
  • Parkir
  • Situs Bersejarah

Bagaimana, Anda tertarik mengunjungi masjid yang satu ini?

Tinggalkan komentar