Masjid Keramat Luar Batang: Sejarah, Arsitektur, dan Fasilitas

Bagian utara Jakarta memiliki banyak kisah bersejarah. Salah satu saksinya, ada pada kisah dibalik Masjid Keramat Luar Batang. Anda perlu singgah untuk mendapatkan wisata religi sekaligus wisata historis ke masjid ini.

Profil

Nama MasjidMasjid Keramat Luar Batang  
AlamatJl. Luar Batang V No.10, RT.06/RW.03, Penjaringan, Kec. Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440
Tahun Dibangun1739
Luas Tanah5.780 m2  
Luas Bangunan3.280 m2  
Daya Tampung Jamaah1.000 Jamaah
Lokasi
Buka24 Jam

Sejarah Masjid Keramat Luar Batang

Masjid Keramat Luar Batang atau juga populer dengan sebutan Masjid Luar Batang adalah sebuah bangunan ibadah bersejarah yang berada di daerah Penjaringan, Jakarta Utara.

Pembangunan masjid ini merupakan inisiasi seorang ulama asal Hadramaut, Yaman, bernama Al-Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus. Beliau tiba di Batavia melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada 1736. Pada saat itu Pelabuhan Sunda Kelapa termasuk Pelabuhan yang paling ramai di Pulau Jawa.

Setibanya di Batavia, Habib Husein langsung berdakwah sambil mengajar ummat islam di pesisir utara Batavia.

Nah seperti umumnya ulama-ulama saat itu, Habib Husein pun menentang kehadiran Belanda di tanah Batavia. Karena sikapnya tersebut, bahkan beliau sempat merasakan kehidupan penjara.   

Sunda Kelapa merupakan tanah perlawanan umat Islam terhadap penjajah Belanda dan VOC.

Tiga tahun kemudian atau pada 1739, beliau bersama masyarakat Sunda Kelapa yang sudah masuk islam mulai membangun sebuah langgar atau surau. Tanah untuk membangun langgar tersebut milik seorang warga di Kampung Baru.

Bangunan langgar yang bergaya khas Betawi seluas 6 m2 itu rampung pembangunannya pada 20 Muharram 1152 Hijriah atau 29 April 1739. Habib Husein kala itu menamainya Langgar Annur.

Penamaan Keramat Luar Batang

Menariknya, ada kisah luar biasa mengenai penamaan Luar Batang yang kemudian tersemat sebagai nama masjid ini.

Menurut berbagai sumber, saat beliau wafat dan akan dikebumikan di daerah Tanah Abang, tiba-tiba saja jasad Habib Husein menghilang dari dalam kurung batang (keranda) tempat tubuhnya diletakkan.

Pada saat bersamaan, jasad tersebut sudah berada di dekat rumah Habib Husein yang bersisian dengan masjid. Jasad kembali ditandu menuju pemakaman di Tanah Abang, namun ketika jasad akan dikebumikan, lagi-lagi menghilang. Peristiwa itu berulang hingga tiga kali.

Kemudian, para jemaah dan murid-murid Habib Husein pun akhirnya bersepakat agar guru mereka itu dimakamkan di tempatnya berdakwah, yaitu Langgar An-Nur.

Nah sejak saat itulah, masjid yang semula bernama An-Nur pun berubah menjadi Masjid Keramat Luar Batang dan sang ulama digelari Habib Luar Batang atau Habib Keramat.

Cagar Budaya

Berkat sejarahnya yang panjang dan umurnya yang sangat tua, Pemprov DKI Jakarta menjadikan Masjid Keramat Luar Batang sebagai salah satu Cagar Budaya yang harus dijaga.

Karena itu, masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi. Renovasi terakhir terjadi pada beberapa bulan menjelang Ramadan 2021.

Saat itu, sistem pelantang suara sudah diganti dengan teknologi terkini serta penambahan jumlah kamera pengawas (CCTV) menjadi 50 unit.

Kemudian sebuah kanopi luas pun ikut menutupi sayap kanan masjid sehingga melindungi jemaah dari hujan dan terik panas ketika beribadah.

Kini, bangunan tua yang masih tersisa antara lain, gapura pintu gerbang dari pagar tembok yang melingkar mengelilingi masjid, ukiran pintu masuk serambi masjid dan tentu saja makam Habib Keramat.

Aktivitas Ziyarah

Satu hal yang menarik, makam Habib Keramat yang terletak di samping masjid menjadi daya tarik jemaah. Sebelum pandemi virus corona, setiap harinya Masjid Luar Batang disinggahi oleh lebih dari 1.000 orang yang berziarah ke makam beliau.

Potret kegiatan ziyaroh masyarakat di lingkungan Masjid Keramat Luar Batang. Kredit Foto: Bang Arsad (Google.com)

Pelataran parkir masjid pun tidak sanggup menampung kendaraan motor dan mobil milik peziarah dan jemaah. Bahkan puluhan bus besar yang parkir di tepi Jl Raya Gedong Panjang kerap memacetkan arus lalu lintas.

Mereka tidak hanya datang dari sekitar Jakarta, tetapi dari seluruh Indonesia dan sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Burnei Darussalam, dan Timur Tengah.

Luar biasa sekali kan?

Fasilitas

Sebagai masjid yang menjadi tujuan para peziarah, masjid ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Antara lain,

  • Sarana Ibadah
  • Tempat Wudhu
  • Kamar Mandi/WC
  • Pembangkit Listrik/Genset
  • Sound System dan Multimedia
  • Penyejuk Udara/AC
  • Kantor Sekretariat
  • Perpustakaan
  • Poliklinik
  • Mobil Ambulance
  • Perlengkapan Pengurusan Jenazah
  • Aula Serba Guna
  • Toko
  • Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
  • Tempat Penitipan Sepatu/Sandal
  • Gudang
  • Taman
  • Parkir

Bagaimana, Anda tertarik berziyarah sekaligus menapaki napak tilas Habib Luar Batang di masjid ini?

Tinggalkan komentar