Masjid Raya Banda Aceh: Profil, Sejarah, Arsitektur, dan Fasilitas

Masjid Raya Banda Aceh merupakan masjid kebanggaan masyarakat serambi Mekkah. Selain karena kemegahannya yang tegak di tengah-tengah Kota Aceh, masjid ini juga kaya dengan sejarah. Usianya yang sudah sekitar 1,5 abad, tentu meninggalkan kesan mendalam bagi penduduk Aceh.

Profil Masjid

Nama MasjidMasjid Raya Baiturrahman Banda Aceh  
AlamatJl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh
Tahun Dibangun1612
Luas Tanah31.000 m2
Luas Bangunan4.000 m2  
Daya Tampung Jamaah13.000 Jamaah
Lokasi
Buka24 Jam

Sejarah Masjid Raya Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, merupakan Masjid yang memiliki lembaran sejarah tersendiri bagi rakyat Aceh. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M.

Mesjid raya ini memang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M.

Penampakan sosok Sultan Iskandar Muda yang gagah dan jadi kebanggaan Aceh.

Setelah 6 tahun berlalu, Belanda membangun kembali Masjid Baiturrahman sebagai pemberian dan untuk mengurangi kemarahan rakyat Aceh. Konstruksi dimulai pada tahun 1879, ketika batu pertama diletakkan oleh Tengku Qadhi Malikul Adil, yang kemudian menjadi imam pertama di Masjid Raya baru ini. Akhirnya pembangunan masjid selesai pada 27 Desember 1881 ketika masa pemerintahan Sultan terakhir Aceh, Muhammad Daud Syah.

Arsitektur

Masjid Raya Baiturrahman awalnya dirancang oleh arsitek Belanda yang bernama Gerrit Bruins. Desainnya kemudian diadaptasi oleh L.P. Luijks, yang juga mengawasi pekerjaan konstruksi yang dilakukan oleh kontraktor Lie A Sie. Desain yang dipilih adalah gaya kebangkitan Mughal, yang dicirikan oleh kubah besar dengan menara-menara. Kubah hitam uniknya dibangun dari sirap kayu keras yang digabung menjadi ubin.

Memasuki area masjid, tampak dari depan Anda akan melihat 5 kubah yang berwarna hitam.   Kemudian, terpasang pula 12 payung raksasa, sehingga saat siang hari pun tidak akan terasa panas. Di bagian pelataran, terdapat lantai marmer berwarna putih yang diimpor langsung dari dataran Tiongkok yang menjadikan pelataran masjid sebagai tempat yang sejuk.

Akan tampak juga halaman masjid yang luas, lahan terbuka hijau dan kolam di depan masjid. Tak ketinggalan terdapat sebuah Menara utama yang dibangun di tengah halaman Masjid. Menara utama tersebut memiliki ketinggian 53 meter. Di area pelataran masjid, sebelumnya juga telah dibangun 4 menara identik dan memiliki kemiripan dengan bangunan berarsitektur Mughal.

Salah satu penampakan menara Masjid Baiturrahman yang indah. Kredit foto: Herman Drone (Google.com)

Ketika melangkah menuju bangunan utama, Anda akan disambut Pintu-pintu yang unik. Pintu tersebut berupa 3 pintu besar yang berkesan gigantis. Banyak ornamen menghiasi pintu itu. Hal tersebut tentu menambah nilai artistik bangunan ini.

Masuk ke bangunan utama, Anda akan merasa terkesan dengan interior Masjid Raya Baiturrahman. Interiornya dihiasi dengan dinding, jendela kaca dan lampu hias serta batu-batu bangunan yang berasal dari Belanda. Setiap detail bangunan dibuat semenarik mungkin agar setiap jamaah merasa nyaman dan khusyu saat beribadah.

Lokasi Strategis

Lokasi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sangatlah strategis. Letaknya berada di pusat Pemerintahan Ibukota Nanggroe Aceh Darussalam. Karenanya, akses untuk menjangkau masjid ini sangatlah mudah.

Tepat di sekitar masjid, terdapat pasar tradisional yang menjual beragam kebutuhan, mulai dari pakaian islami, alat ibadah, perhiasan, buku hingga makanan. Ada juga money changer yang berada tepat di seberang pagar masjid bagian depan.

Di sampingnya, ada beberapa kedai kopi yang menjual kopi saring robusta, di sini Anda bisa merasakan kopi saring manual khas Aceh yang terkenal akan kenikmatannya.

Dalam radius 1 kilometer dari masjid, Anda bisa menemukan beberapa destinasi wisata lainnya seperti Taman Bustanussalatin, salah satu ruang terbuka hijau yang kerap dijadikan masyarakat untuk menghabiskan waktu sore.

Selain itu terdapat juga Museum Tsunami Aceh. Museum yang berisi galeri serta artefak bekas bencana tsunami Aceh tahun 2004 silam ini bakal menambah pengalaman perjalanan Anda. Untuk masuk ke sini, Anda tidak perlu membeli tiket alias gratis. Museum ini berjarak sekitar 9 menit jalan kaki dari Masjid Raya Baiturrahman.

Fasilitas

Sebagai masjid kebanggan Tanah Rencong, masjid ini dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan terawat.

Diantaranya,

  • Sarana Ibadah
  • Tempat Wudhu
  • Kamar Mandi/WC
  • Kantor Sekretariat
  • Perpustakaan
  • Tempat Penitipan Sepatu/Sandal
  • Taman
  • Parkir

Bagaimana, Anda tertarik masjid yang megah dan penuh sejarah ini?

Tinggalkan komentar